Jumat, 13 Februari 2009

Perjuangkan Visi dan Misi Partai Sarikat Indonesia

Sebuah organisasi tentu saja memiliki sebuah Visi dan Misi. Visi dan misi inilah yang menjadi pedoman bagi seluruh anggota dan perangkat pengurus organisasi tersebut bertindak. Semua keputusan-keputusan dan langkah-langkah yang diambil tentu saja bertujuan untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sebagai salah satu Partai Politik di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pilihan yang paling tepat, ditengah kembalinya kekuasaan yang menindas dan membodohi rakyat dengan cara-cara konstitusional yang didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, Partai Sarikat Indonesia tumbuh sebagai partai alternative yang dapat diandalkan.
Berikut Visi dan Misi partai sarika Indonesia yang dicantumkan didalam AD/ART Partai yang bernomor urut 43 pada pemilu 2009 ini.
Visi :
PSI dengan jiwa religious, kebangsaan dan kerakyatan sebagai mitra andalan bagi rakyat dalam menegakkan demokrasi Indonesia yang berbudaya dan beradab.
Misi
PSI mengemban komitmen untuk menegakkan kedaulan rakyat dan marwah bangsa yang dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten, dengan kehendak :
1. Melahirkan kader dan pemimpin bertaqwa, jujur dan tegas serta berkemampuan dalam menjalankan tugas secara penuh amanah dan tidak cidera janji.
2. Mewujudkan pemerintahan yang berwibawa melalui penyelenggaraan Negara yang demokratis, bersih, sehat dan akuntabel berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
3. Menegakan Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dan supremasi hukum yang berkeadilan dan ditegakkan demi kehormatan dan martabat bangsa.
4. Membangun sumber daya manusia yang sehat dan cerdas serta memiliki hatinurani yang bersandarkan pada nilai-nilai akhlak dan moral yang baik, dengan menempatkan kaum perempuan dan laki-laki dalam dimensi kesetaraan dan keadilan.

Dari Visi dan misi diatas dapat diketahui dengan jelas bahwa Partai Sarikat Indonesia memiliki itikad menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang sah di Republik Indonesia, yang belum sepenuhnya terwujud. Penyelenggaraan pemilihan umum yang dimaksudkan sebagai bagian dari proses pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilandasi demokrasi, belum sepenuhnya menghasilkan lembaga penyelenggara Negara yang berorientasi kerakyatan.
Partai Sarikat Indonesia, sejak awal menempatkan dirinya sebagai institusi public yang berkepentingan terhadap pelaksanaan demokrasi dalam pengertian yang asasi, yakni terlayani dan terlindunginya kepentingan rakyat sebagai warga Negara dan warga bangsa. Oleh karena itu hak-hak dasar dan kebutuhan dasar rakyat merupakan titik focus perjuangan yang harus dilakukan secara terus menerus tanpa henti.
Partai Sarikat Indonesia melandasi dirinya dengan ideology Nasional Pancasila sebagai dasar dan tujuan penyelenggaraan Negara kesatuan Republik Indonesia. Partai Sarikat Indonesia secara Intensif mencermati bahwa selama lebih dari empat dasawarsa pelaksanaan pembangunan lebih banyak bertumpu pada kebijaksanaan penyelenggaraan Negara. Kebijaksanaan tersebut, sering kali tidak memberi peluang bagi tumbuh kembangnya partisipasi dan inisiatif rakyat. Akibatnya hak-hak dan kebutuhan dasar rakyat terabaikan dan rakyat tidak ditempatkan sebagai subjek yang memiliki hak dan kewajiban sama.
Kegiatan pembangunan, dalam banyak hal bahkan kurang mempertimbangkan perubahan dan perkembangan perilaku masyarakat, baik local, regional maupun nasional. Bahkan interaksi dengan perkembangan nilai-nilai global yang mendorong tumbuh kembangnya sikap kritis masyarakat terhadap hak dan kewajibannya, nyaris terabaikan begitu saja. Sejalan dengan itu partai politik yang tumbuh dan berkembang sampai dimasa reformasi, masih cenderung lebih memfokuskan aktifitas dan fungsinya sebagai alat pencapaian kekuasaan. Fungsi-fungsi partai politik lainnya, sebagai wahana perjuangan rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidupnya, terabaikan begitu saja.

Tidak ada komentar: