Kamis, 30 Juni 2011

Website Resmi Partai Sarikat Indonesia.

Dalam menghadapi proses verifikasi partai politik untuk pemilu 2014, Partai Sarikat Indonesia sebagai salah satu aset bangsa sedang melakukan benah-benah diri, untuk ikut serta dalam pemilu 2014. keiikut sertaan Partai Sarikat Indonesia ini memiliki peran strategis sebagai sarana penyalur aspirasi masyarakat ditengah kondisi perpolitikan Indonesia yang terkooptasi oleh kekuatan koalisi yang tidak kritis terhadap jalannya pemerintahan.

Agar hasil pemilu 2014 dapat mencerminkan suara rakyat Partai Sarikat Indonesia akan berjuang sekuat tenaga agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dengan cara turut serta dalam pemilu 2014. Untuk tercapainya hal tersebut, Partai Sarikat Indonesia tetap menjaga eksistensi diri dan memperkuat struktur partai di seluruh Indonesia.

Untuk menunjang visi dan misi organisasi dalam kondisi dunia yang tanpa batas dengan berkembangnya teknologi internet, Partai Sarikat Indonesia, kembali meluncurkan website resmi Partai Sarikat Indonesia yang beralamat di http://www.partaisarikatindonesia.org

Website ini diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi bagi seluruh pengurus partai se Indonesia serta para pendukung serta simpatisan partai.

Salam Sarikat

Jumat, 16 Juli 2010

PSI Pinang Sri Mulyani Sebagai Capres

Jakarta, 17 Juli 2010 06:36
Partai Sarikat Indonesia (PSI) meminang mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani (yang kini Direktur Pelaksana Bank Dunia), sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Sarikat Indonesia (PSI) yang berakhir Jumat (16/7), di Jakarta.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Rahardjo Tjakraningrat, keputusan itu diambil karena Sri Mulyani adalah putra terbaik yang kini dimiliki bangsa Indonesia.

Dia menilai Sri Mulyani memiliki integritas, kapabelitas, dan berdedikasi tinggi untuk memperbaiki nasib bangsa ini.

Karena itu, PSI akan segera bersurat kepada Sri Mulyani yang kini berkantor di Washington DC, Amerika Serikat.

"Partai Sarikat Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Sri Mulyani untuk meminta kesediaannya," kata Rahardjo menegaskan.

Rapimnas PSI juga menyampaikan rekomendasi lain terkait dengan persiapan Pemilu 2014 dan pembahasan perundang-undangan atau paket rancangan undang-undang (RUU) politik.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD)dan peserta Rapimnas PSI menetapkan langkah bahwa untuk menghadapi masa Pemilu 2014 partai ini akan kembali maju secara mandiri sebagai peserta pemilu jika secara perundangan-undangan memungkinkan untuk menjadi kontestan.

Sebagai konsekuensinya, PSI akan melakukan konsolidasi partai dengan memperbaiki dan melengkapi infrastruktur di seluruh jenjang kepemimpinan partai.

Bersamaan dengan itu, kata dia, PSI aktif menjajaki untuk memperoleh sumber penguatan partai yang memadai.

Rahardjo menegaskan bahwa konsolidasi partai sudah harus rampung sampai dengan 2011.

"Untuk kepastian ikut-tidaknya PSI dalam Pemilu 2014, menunggu hasil perubahan UU partai politik dan UU pemilu yang sedapat mungkin sudah dapat kepastian pada tahun 2012 agar kami miliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri," katanya.

Rahardjo yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Syarikat Islam (SI) telah memutuskan untuk mengonsentrasikan diri memimpin ormas yang berusia cukup tua dalam sejarah perjuangan bangsa ini.

Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010.

Setelah mendapat tawaran untuk menjadi salah satu direktur pelaksana di bank itu, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri keuangan pada pertengahan Mei 2010. Kemudian, Agus Martowardojo menggantikan posisinya sebagai menteri keuangan hingga sekarang. [TMA, Ant]

http://www.gatra.com/2010-07-17/versi_cetak.php?id=139810

Minggu, 15 Maret 2009

Maklumat Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)


Partai Syarikat Islam Indonesia pada tanggal 27 Februari 2009 mengeluarkan Maklumat no 05/PP/LT.PSII/II/2009 yang ditanda tangani oleh Ketua Umumnya Ir. H. Amaruddin Djadjasubita dan Sekretaris Jenderal Effendy Gobel. Maklumat ini berisikan seruan kepada segenap anggota Bai’at dan kaum Syarikat Islam. Beserta ormas-ormasnya :
• Gerakan Organisasi Buruh Syarikat Islam (GOSBI),
• Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI),
• Wanita Syarikat Islam (WAPSI),
• Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI),
• Serikat Pelajar Muslim Indonesia (SEPMI),
• Pemuda Muslimin Indonesia (PMI)
• Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI)
Untuk turut serta mensukseskan Pemilu legislatif tahun 2009 dan menyalurkan aspirasi politiknya kepada PARTAI SARIKAT INDONESIA (PSI) peserta Pemilu tahun 2009 nomor : 43.
Maklumat ini ditujukan kepada :
1. Anggota DPP Partai Syarikat Islam Indonesia
2. Anggota Pimpinan Wilayah Partai Syarikat Islam Indonesia.
3. Anggota Dewan Pimpinan Cabang Partai Syarikat Islam Indonesia
4. Segenap Anggota Bai’at dan kaum Syarikat Islam di seluruh Indonesia.

Jumat, 13 Maret 2009

PSI Jagokan Yudhoyono, Kalla, Akbar dan Rahardjo

Jakarta- Partai Sarikat Indonesia (PSI) mengusung empat nama calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2009 yang dijaring dari usulan berbagai daerah dan aspirasi internal partai ini.

Keempat nama itu tiga berasal dari kalangan eksternal yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung. Satu nama dari kalangan internal adalah Ketua Umum DPP PSI Rahardjo Tjakraningrat.

"Ada empat nama yang diusulkan dari bawah. Tidak ada nama lain," kata Rahardjo dalam jumpa pers di kantor DPP PSI Jl Kemang Timur Raya, Jakarta Selatan, Jumat (13/3)
Untuk mengerucutkan empat nama ini menjadi calon presiden tunggal PSI, lanjut Rahardjo, selanjutnya akan ditetapkan dalam Rapimnas PSI yang akan diselenggarakan setelah Pemilu Legislatif 9 April.

"Siapa calon tunggal PSI dari empat nama ini akan ditetapkan dalam Rapimnas," sambungnya.
Ketika ditanya mengapa PSI hanya menyebut tiga nama eksternal bukan memperbanyak nama Capres seperti yang dilakukan partai-partai lain, Rahardjo yang didampingi Sekjen Ir Nazir Muchamad, menyebut bahwa mereka memang sungguh-sungguh dalam proses penjaringan ini, dan bukan menjadikan ajang Pilpres nanti sebagai ajang coba-coba.
Meski begitu, lanjut Rahardjo, bukan berarti PSI menutup mata atas perkembangan situasi secara nasional yang ada. "Semua tentunya masih tergantung pada perkembangan situasi nasional. Bisa saja misalnya muncul nama lain. Tapi yang ada sekarang hanya tiga nama dari eksternal dan satu dari internal."
Dikatakan, PSI juga akan mengadakan komunikasi politik dengan partai peserta Pemilu lainnya untuk kemudian mengusung nama pasangan Capres dan Cawapres dalam menghadapi Pilpres pada Juli 2009 nanti.
Pada bagian lain menyinggung ketentuan parliamentary threshold (PT) pada Pemilu Legislatif nanti, Rahardjo menegaskan bahwa jika ketentuan itu tetap diberlakukan maka yang mendapat untung adalah partai-partai besar, yang "merampok" suara partai-partai kecil yang tak memenuhi ketentuan 2,5 persen.
Jumlahnya pun potensinya sangat besar. Bayangkan, kata Rahardjo, jika ada 20 partai dikalikan 2 persen, jumlah suara yang dirampok itu sudah mencapai 40 persen.
"Ini diskriminasi dan perampokan, sebab suara rakyat yang tadinya memilih kita dipaksa menjadi memilih partai lain," tegas dia.
Ia kemudian menyerukan agar semua pihak memberikan perhatian pada persoalan ini karena terkait suara rakyat yang harusnya dijunjung tinggi sebagai prinsip dasar demokrasi sejati.